Jokowi Mulai Safari Politik, Apa Tujuannya?

Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), resmi memulai safari politiknya. Langkah ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan politisi, analis, dan masyarakat umum. Yang menarik, safari politik ini dilakukan bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang sebelumnya sangat vokal mendukungnya selama menjabat presiden.

Safari politik sendiri adalah istilah untuk serangkaian kunjungan politisi ke berbagai daerah, bertemu dengan tokoh masyarakat, kader partai, dan pendukung. Tujuannya bermacam-macam: membangun kembali basis politik, menguji air (political water testing), atau sekadar menjaga relevansi di mata publik.

Mengapa PSI yang Dipilih?

Hubungan Jokowi dengan PSI memang istimewa. Selama dua periode menjabat presiden, PSI secara konsisten menjadi salah satu pendukung paling setia. Ketua Umum PSI saat ini, Kaesang Pangarep, juga merupakan anak kandung Jokowi.

Beberapa analis politik melihat ini sebagai langkah strategis Jokowi untuk tetap memiliki pengaruh di kancah politik nasional meskipun sudah tidak menjabat. Dengan membawa PSI sebagai kendaraan politik, Jokowi bisa terus berperan dalam menentukan arah kebijakan dan politik Indonesia.

Reaksi Publik dan Lawan Politik

Tidak semua pihak menanggapi positif. Beberapa kritikus menyebut ini sebagai upaya untuk tetap memegang kekuasaan secara tidak langsung. Ada juga yang mempertanyakan etika mantan presiden yang terlalu aktif berpolitik setelah selesai masa jabatan.

Sementara itu, pendukung Jokowi melihat ini sebagai hal yang wajar. Mantan presiden memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya untuk berpolitik dan menyuarakan aspirasi. Apalagi Jokowi masih memiliki elektabilitas yang cukup tinggi di kalangan masyarakat bawah.

Apa Dampaknya untuk Politik Indonesia?

Safari politik Jokowi ini kemungkinan besar akan berdampak signifikan terhadap dinamika politik menjelang pemilu berikutnya. PSI yang sebelumnya hanya memiliki sedikit kursi di DPR bisa mendapat dorongan besar dari kehadiran Jokowi. Pertanyaannya: akankah ini cukup untuk menjadikan PSI partai besar, atau justru akan menimbulkan reaksi backlash dari masyarakat yang sudah lelah dengan politik?

Sumber: Kompas.com, Rmol.id — 28 Juni 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *